Usai Pamer Payudara, Madonna Pamer Bokong di Konsernya

Kamis, 14 Juni 2012

Penyanyi Madonna selalu membuat kejutan. Setelah memperlihatkan payudaranya di Istanbul, Madonna memamerkan bokongnya di depan ribuan fansnya di Stadion Olimpico, Roma pada Rabu (13/8/2012).

Seperti dilansir Daily Mail, Kamis (14/6/2012), kegilaan itu juga terjadi saat Madonna membawakan lagu hitsnya 'Human Nature'. Di tengah-tengah lagu, mendadak Madonna membelakangi penonton dan menurunkan celana panjangnya.

Penyanyi berusia berusia 53 itu pun memamerkan bokongnya yang dibalut G-string. Kostum yang dipakai Madonna saat itu pun sama dengan yang dikenakannya di Turki.

Kejadian tersebut pun sontak membuat arena yang dipadati lebih dari 55 ribu penggemarnya itu riuh.

Saat ini, Madonna tengah menjalani tur keliling Eropa. Tur itu digelar dalam rangka mempromosikan album terbarunya, 'MDNA'.

Papua Sudah Aman?

Selasa, 12 Juni 2012

Jakarta - Mabes Polri mengklaim situasi keamanan di Papua sudah kondusif. Kendati, sejumlah kasus penembakan dengan korban sejumlah masyarakat sipil, Polri dan TNI, belum seluruhnya terungkap.

"Papua, khususnya di Abepura sudah cukup kondusif, meski masih banyak yang kuatir," ujar Kepala Divisi Humas, Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Selasa (12/6/2012).

Dikatakan, pihaknya tidak memberlakukan jam malam di Papua. Saud menegaskan, kasus penembakan di Papua tersebut sesuai fakta di lapangan adalah tindak pidana murni dan tidak ada muatan politik.

"Kami melihatnya faktual, bukan perkiraan intelijen dan politis. Ini pidana murni, kalau dalam pengungkapan ada modus lain akan disampaikan," katanya.

Banyak pihak menilai, kekerasan yang kembali marak di Papua dilatari oleh banyak persoalan. Bukan semata karena unsur pidana. Namun, Saud membantahnya. Pihaknya belum menemukan adanya keterkaitan aksi penembakan dengan motif lain di balik itu semua.

"Belum ada jaringan atau link yg sama, masing-masing kasus beda," jelas Saud.

Ruangan Presiden Kalah Dibanding Ruang Ketua DPRD DKI

Kamis, 07 Juni 2012

JAKARTA - Lantai 10 yang diperuntukkan khusus bagi Ketua DPRD DKI Jakarta terus mendapat penolakan dari anggota dewan yang lain. Ruangan seluas 1.200 meter persegi tersebut dinilai pemborosan jika hanya digunakan oleh satu orang. 

Ruangan Ketua DPRD DKI pun dinilai jauh lebih besar ketimbang ruangan Presiden.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra yang juga anggota komisi D DPRD DKI, M Sanusi, perubahan layout lantai 10 itu tanpa diketahui oleh anggota dewan lainnya. 

"Lantai 10 itu luasnya 1.200 meter persegi. Satu lantai sendirian, bisa buat main mini golf. Ada apa ini? Ruangan Ketua Dewan lebih besar dari ruangan Presiden. Ruang Presiden saja kalah, apalagi ruangan Gubernur," ujar Sanusi, Kamis (7/6/2012) saat meninjau gedung baru DPRD DKI bersama anggota dewan lainnya.
Sanusi menuturkan ruangan seluas itu untuk satu orang merupakan pemborosan, karena listrik yang dipakai untuk menyalakan AC dan perlengkapan lainnya menjadi tidak terpakai. Dikatakannya, perubahan layout sepihak di lantai 10 gedung baru dinilai sangat melanggar kaidah-kaidah ekonomi.

"Katanya mau bangun green building, namun nyatanya pemborosan. Tanpa diajak berbicara, tiba-tiba ada perubahan layout. Saya sudah sampaikan kepada Ketua Fraksi lainnya, dan mereka sepakat untuk tidak menggunakan gedung baru sebelum ada pembaharuan. Yang sudah setuju dari Fraksi PKS, Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, serta PAN-PKB," katanya.

Sanusi pun menilai lantai 10 itu sebenarnya bisa ditambahkan ruangan untuk empat wakil dewan lainnya yang pada layout perubahan berada di lantai sembilan. Menurutnya penggunaan dua lantai untuk pimpinan dewan, mengorbankan ruang anggota dewan lainnya.

"Ruang anggota dewan dipadatkan karena dua lantai dikorbankan. Kalau bicara 2014 nanti anggota dewan bertambah bisa lebih dari 100 orang, kan bisa nanti. Yang sekarang ini pemborosan," pungkasnya.

Dalang Hambalang Versi Nazaruddin

Selasa, 05 Juni 2012

Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games tak bosan menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang.

"Kalau proyek Hambalang yang men-setting semua itu di luar Menpora. Itu Mas Anas," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa 5 Juni 2012.

Menurut Nazaruddin, ia bersama Angelina Sondakh, Mirwan Amir, Mahyudin, dan Ignatius Mulyono, diperintahkan Anas untuk mengurusi proyek Hambalang. "Kalau yang atur fee-nya semua Mas Anas lewat Mahfud Suroso," ujarnya.

Kemudian Nazar menuding pembagian fee dilakukan Mahfud dengan besaran untuk Andi Mallarangeng Rp20 miliar, untuk Anas Urbaningrum Rp50 miliar, dan untuk DPR senilai Rp30 miliar.

Selanjutnya, masih kata Nazaruddin, proyek Hambalang yang dikerjakan melalui kerjasama operasi antara Adhi Karya dan Wijaya Karya itu juga sudah diatur-atur. "Untuk pengadaan itu yang atur Wika. Tapi supplier-nya yang atur Mahfud," ucapnya.

Mahfud selaku pemilik PT Dutasari Citralaras yang merupakan subkontraktor proyek Hambalang itu juga bertindak sebagai koordinator yang membagi uang jatah proyek Hambalang. "Semua fee tetap mengalir ke Dutasari. Nanti Dutasari yang alokasikan ke DPR, Mas Anas, Kemenpora. Kemenpora sendiri ada porsinya sendiri, untuk Pak Wafid dan kawan-kawan," ujar Nazar.

Untuk yang di DPR, Nazar menyebut anggota Komisi X dan Badan Anggaran DPR ikut menikmati jatah fee proyek itu. Bahkan, ia menegaskan semua pimpinan dan anggota Badan Anggaran ikut menerima proyek senilai Rp1,1 triliun itu. "Semua terima. Tapi semuanya yang atur Mirwan Amir. Waktu itu untuk pimpinan Banggar Rp20 miliar. Untuk teman-teman Komisi X Rp10 miliar. Ibu Angie juga terima," kata Nazar.

Bantahan

Anas beberapa kali telah membantah terlibat korupsi proyek Hambalang. "Tidak betul. Memangnya saya calo tanah. Memangnya saya calo sertifkat?" ujar Anas beberapa waktu yang lalu.

Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum itu juga membantah pernah menghadiri pertemuan-pertemuan yang dsebut-sebut Nazaruddin diadakan untuk mengurus proyek Hambalang. Sebaliknya, Anas menganggap semua tudingan tersebut adalah bagian skenario politik untuk menjeratnya secara hukum.

"Anda semua mengikuti bagaimana kasus Wisma Atlet. Dari awal saya sudah divonis bersalah. Tetapi, putusan hakim sudah jelas dan itulah yang terjadi. Saya kira sama saja seperti kasus Hambalang. Sebab, dalam kasus Wisma Atlet terbukti tidak benar," kata Anas.

Bantahan juga disampaikan Mirwan Amir. Mantan pimpinan Badan Anggaran DPR itu menyanggah semua tudingan Nazaruddin. "Itu semua kebohongan dari Nazaruddin," kata Mirwan, 5 Juli 2011.

Sementara itu, Menpora Andi Mallarangeng pun berkali-kali menegaskan dana untuk pembangunan proyek Hambalang itu tidak menyimpang dan telah sesuai prosedur. Andi memaparkan dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin 4 Juni 2012, pembangunan pusat olahraga Hambalang dimulai tahun 2010 dengan anggaran yang tersedia sebesar Rp275 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2011, dana untuk membayar kontraktor disiapkan Rp400 miliar.

Pak RT Cabuli Bocah 6 Tahun

BANGKA - Malang nasib sebut saja Dara. Bocah berusia enam tahun ini harus menanggung derita akibat dicabuli Hn, Ketua RT 8 Konghin Kabupaten Bangka Tengah. Selama ini Dara memendam sendiri deritanya karena merasa diancam pelaku agar tidak memberitahukan pencabulan tersebut kepada orang lain.

Ibu Dara berinisial Sc baru curiga ketika korban mengeluh sakit dan selalu basah di kemaluannya. "Malam itu dia sampai ganti celana lima kali karena basah terus dan keluar nanah. Kubawa dia periksa ke bidan Yayuk, kata bidan kemaluan anakku berlendir, infeksi. Ku dak tahu karena dia dak pernah ngomong apa ke saya," ungkap Sc sedih sambil mengendong putrinya yang lain yang baru berusia 1,5 tahun di RSUD Pangkalpinang, Selasa (5/6/2012).

Betapa sakit hati Sc saat tahu buah hatinya dicabuli oleh Hn. Selama ini Sc tak menaruh curiga apa-apa terhadap ketua RT tersebut. Apalagi anak-anak Sc suka bermain ke rumah Hn.

Bahkan kata Sc, Hn sering membawa Dara naik motor ke tempat pacar Hn di Lokalisasi Parit Enam, Pangkalpinang.

"Dak nyangka die kayak tu kek anakku. Sering diajaknya main di jalan. Sering diajak jalan-jalan sore, habis magrib baru pulang. Kadang diajaknya ke tempat tunangnya yang begawe di Parit Enam. Ku pun dak nyangka kayak e Hn tu orang baik," kata Sc.

Gempa Sukabumi, Laut Selatan Yogya Normal

Senin, 04 Juni 2012

Gempa berkekuatan 6,1 skala yang terjadi Sukabumi dan terjadi di laut sore tadi tidak berdampak pada meningkatnya gelombang pantai di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta.

"Gelombang di pantai selatan tidak perubahan sama sekali meski gempa berpusat di laut dengan kekuatan 6,1 SR," kata Taufik M Faqi, Sekretaris Tim SAR Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY, Senin 4 Juni 2012.

Taufik menyatakan tak hanya gelombang pantai di kawasan selatan Yogyakarta yang tidak ada perubahan. Namun berdasarkan radio
komunikasi yang dimiliki oleh Tim SAR Kabupaten Bantul juga menginformasikan bahwa kondisi laut mulai dari selatan Yogyakarta hingga laut selatan Ciamis, Jawa Barat juga masih dalam kondisi normal.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Selatan Yogyakarta, kata Taufik, juga melakukan aktivitas seperti biasanya. Bahkan hampir semua warga tak merasakan adanya gempa. "Ya mungkin warga Jakarta saja yang merasakan karena jaraknya dengan Sukabumi tidak telalu jauh dibandingkan dengan jarak Sukabumi dengan Yogyakarta," ujarnya.

Dwi Daryanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIY menyatakan paska kejadian gempa di Sukabumi pihaknya langsung melakukan pemantauan kondisi laut selatan Yogyakarta. Diketahui tidak ada perubahan gelombang laut sama sekali. "Kondisi gelombang pantai selatan Yogyakarta masih normal dan tidak perubahan sama sekali," kata Dwi.

Bahkan dengan radio komunikasi jaring selatan-selatan yaitu Kabupaten Cilacap dan Ciamis menyatakan kondisi laut masih normal. "Untuk laut selatan Yogyakarta, Jawa Tengah bahkan hingga Ciamis Jawa Barat masih aman paska 1 jam kejadian gempa. Masyarakat di Yogyakarta juga tidak merasakan adanya gempa yang berpusat di laut tersebut," ujarnya.

Oknum Guru SMPN 287 Pukuli Puluhan Muridnya

Minggu, 03 Juni 2012

JAKARTA - Herman, seorang guru pengganti mata pelajaran matematika di SMPN 287 Jakarta Timur, dilaporkan ke Mapolres Jakarta Timur, karena menganiaya puluhan siswanya.

Herman dilaporkan ke SPK Mapolres Jakarta Timur oleh salah seorang siswanya, K (12), siswa kelas VIII. Pemukulan Herman terhadap K dilakukan pada Selasa (26/5/2012) lalu, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Tak hanya K, sekitar 30 siswa lain yang sekelas, hari itu juga dipukul Herman.

"Semua teman-teman satu kelas dipukulin kepalanya," kata K yang datang ke Mapolres Jakarta Timur didampingi ibunya. Akibat perbuatan Herman, K dan teman-temannya mengalami pusing. 

Bahkan, anak pertama dari dua bersaudara sempat demam dan meriang. Parahnya lagi, sang guru kerap mengepalkan tangannya saat memukul.

"Sakit waktu dipukul," imbuh K.

Menurut K, peristiwa itu berawal saat Herman mengajar di kelas II SMPN 287, untuk menggantikan guru utama. Seusai menjelaskan materi pelajaran kepada siswa, Herman menanyakan kepada anak didiknya, jika ada hal yang ingin ditanyakan. 

Setelah tidak ada tanggapan, Herman memutuskan agar dia yang bertanya ke siswa.

"Karena tak ada yang bertanya, kalau begitu bapak saja yang nanya," tutur K menirukan ucapan gurunya.

Respons serupa diterima Herman, saat mengajukan pertanyaan kepada para siswa. Tak ada satupun siswa yang menjawab.

Herman kesal dan naik pitam dengan keadaan itu. Para siswi ia suruh membenturkan kepala ke meja sebanyak lima kali. Bila menolak, Herman memukuli mereka dengan tangannya. Sedangkan para siswa dipukuli menggunakan sikutnya.

"Yang dipukul rata-rata kepala. Ada kepala bagian belakang, ada juga juga kepala samping. Semua teman-teman dipukul," jelas K.

Kekerasan ini bukan kali pertama terjadi. Menurut Keisha, dua bulan lalu, hal serupa juga dilakukan Herman. Saat itu, pihak sekolah sempat menegur Herman agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Tapi, sekarang Pak Herman mengulangi lagi sama kami," tutur K.

W (38) ibu K, awalnya tak mengetahui peristiwa kekerasan yang dialami anaknya. Ia sempat curiga saat anaknya mengaku pusing-pusing pada Rabu (30/5/2012).

"Sudah minum obat tapi enggak sembuh juga. Ternyata, demam dan pusing karena kepalanya memar," ungkap W. K akhirnya menceritakan apa yang terjadi kepada orangtuanya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur AKP Endang mengatakan, pihaknya akan melakukan visum kepada K, sebagai bukti awal.

"Setelah divisum, kami akan memanggil saksi lain, yakni beberapa siswa lain yang juga menjadi korban pemukulan sang guru," ujar Endang. 

Menurut Endang, dari keterangan sejumlah siswa itu, baru lah pihaknya akan memeriksa Herman.