SBY Berpeluang Turun Tangan Atasi Kisruh PSSI

Senin, 05 Maret 2012

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta mencampuri permasalahan yang melanda PSSI saat ini. Meski demikian, bukan berarti dirinya bakal tinggal diam bila PSSI ternyata gagal menyelesaikannya.


"Saya pikir pemerintah tidak harus selalu campur tangan. Kami kasih kehormatan sekarang kepada PSSI. Utamakan kepentingan rakyat. Kalau ada konflik, ada Statuta dari FIFA," kata SBY dalam jumpa pers di Istana Negara, Senin, 5 Maret 2012.


"Tapi, saya secara pribadi merasa perlu ikut masuk dalam urusan sepak bola ini," SBY menambahkan.


Di hadapan wartawan, SBY mengungkapkan "intervensi" yang pernah dilakukannya terhadap PSSI. Salah satunya adalah saat menginisasi kongres sepak bola nasional (KSN) di Malang, Jatim, 11 Maret 2010


"Waktu itu ada suara-suara menurunkan ketua PSSI, Nurdin Halid. Saya langsung tidak setuju. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma organisasi," kata SBY.


"Kalau topiknya kongres sepak bola, mari kita bicara bagaimana memajukan sepakbola di negeri kita," beber SBY.


SBY juga mengaku pernah turun tangan saat PSSI berniat menaikkan harga tiket Piala AFF 2010. SBY juga pernah memanggil Ketua KONI, KOI, dan Menpora saat perselisihan pengurus PSSI mengalami deadlock. Saat itu Indonesia sedang di ambang sanksi FIFA.


"Saya, dengan niat yang baik, undang ketua KONI, KOI, Menpora. 'Tolonglah pendekatan yang baik ke FIFA. Jika sampai dilarang atau dibekukan, yang marah dan sedih rakyat kita. Tolonglah dilakukan pendekatan yang baik'. Alhamdulillah cara-cara itu membuat Indonesia tidak jadi dapat sanksi dari FIFA," kata SBY.


Seperti diketahui, konflik PSSI tak juga berujung meski Kongres Luar Biasa (KLB) telah berhasil memilih kepengurusan baru di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Bahkan anggota-anggota PSSI yang merasa tidak puas dengan kebijakan keputusan baru, telah membentuk badan baru yang kini sedang mempersiapkan agenda Kongres Luar Biasa (KLB), 18 Maret 2012. KLB bertujuan untuk memilih kembali para pejabat exco termasuk ketua umum PSSI dan wakil ketua umum.


Konflik yang melanda PSSI juga kini berimbas kepada Timnas. PSSI yang berlindung di balik surat FIFA tertanggal 21 Desember 2011 memutuskan untuk mendepak para pemain-pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12 dari skuad Merah Putih. ISL dianggap liga ilegal yang tidak berada di bawah naungan PSSI.



Akibat kebijakan ini, PSSI terpaksa merombak total skuad Pra Piala Dunia (PPD) 2014 yang harus melakoni laga terakhir kontra Bahrain. Dengan materi seadanya, timnas akhirnya kalah dengan skor yang cukup memalukan, yakni 0-10. FIFA kini sedang mengadakan penyelidikan terhadap dugaan pengaturan skor dalam laga ini.