Kementerian Infrastruktur dan Transportasi Jepang menunjuk Japan
Railway Technical Service sebagai rekanan dari Yachiyo Engineering Co.
Ltd, sebagai penggarap studi pembangunan kereta supercepat
Jakarta-Bandung. Ini merupakan tindak lanjut kerjasama pemerintah
Indonesia-Jepang dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Dalam
studi itu, Jakarta-Bandung bisa ditempuh hanya dalam 45 menit. Jauh
lebih cepat dengan kereta saat ini yang memakan waktu 3 jam.
Agar
mempersingkat waktu perjalanan, kereta supercepat itu harus berjalan di
atas 200 km per jam. Mengingat kondisi wilayah Jakarta-Bandung yang
berbukit, mungkinkan kereta supercepat Jepang bisa tetap mulus?
Dalam
data paparannya, Cikampek menuju Bandung memiliki tingkat kemiringan 25
derajat. Dengan kemiringan ini, Jepang yakin masih bisa menaklukkan
wilayah ini.
Jepang memiliki dua kereta andalannya yaitu JR EAST Seri E5 dan JR
EAST Seri E2. Di negeri aslinya, kereta ini diberi nama Shinkansen.
Kereta ini diyakini mampu berlari 210 km per jam di lintasan miring.
Jadi, tak masalah kondisi perbukitan tetap bisa dilalui kereta
supercepat.
Berikut studi kelayakan berdasarkan waktu tempuh perjalanan kereta api cepat Jakarta-Bandung:
1. Tipe Kereta Api Super Express dengan perjalanan Jakarta-Airport Baru-Bandung membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.
2.
Tipe Kereta Api Airport Shuttle dengan perjalanan Jakarta-Bandara yang
baru (Karawang), membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.
3. Tipe
Kereta Api Express dengan perjalanan Jakarta sampai Bandung dengan
pemberhentian disetiap stasiun membutuhkan waktu kurang lebih 50 menit.