JAKARTA - Jangan sembarangan main handphone di
keramaian umum, karena taruhannya nyawa! Seperti yang dialami seorang
pejalan kaki di Stasiun Kebayoran, Jakarta. Karena terlalu dekat dengan
rel kereta api dan tak mendengar kereta datang, ia tersambar kereta,
Minggu (11/3), sekitar pukul 13.00 siang gara-gara asyik teleponan
dengan HP.
Di tengah panas terik, korban langsung dibawa ke Rumah
Sakit, tempat kejadian yang berdekatan dengan pos keamanan dan juga
jalan raya kemudian dijaga beberapa petugas polisi. "Orangnya lagi
teleponan, menghadap ke belakang. Dia tidak tahu ada kereta datang dari
belakangnya. Sudah ada yang meneriaki untuk menghindar tapi tidak
didengar," kata seorang pedagang asongan di kereta KRL jurusan
Serpong-Tanah Abang sambil menunjukkan tempat lokasi kejadian yang
sedang dijaga polisi.
Insiden kecelakaan itu tak sampai mengganggu
jadwal perjalanan kereta baik dari Tanah Abang maupun dari Serpong.
Kejadian itu menjadi perbincangan para pedagang asongan. Tak hanya di
stasiun Kebayoran, para pedagang asongan di stasiun Sudimara pun ramai
membicarakan insiden tersebut. "Orang yang keserempet kereta sekarat
kayaknya, keluar darah dari hidungnya. Sudah dibawa ke Rumah sakit,"
katanya.
Umi, seorang ibu penumpang kereta KRL mengatakan kejadian
serupa bukan satu kali terjadi. "Dulu malah satu keluarga yang jadi
korban, di pinggir rel kesambar kereta. Gara-garanya mereka tak sadar
ada kereta karena sedang asik teleponan," katanya.
