Masuk Gorong-gorong MH Thamrin, Jokowi Tercengang

Rabu, 26 Desember 2012

Jokowi mengira gorong-gorong di Jakarta bisa untuk main sepakbola.

imageGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memantau kondisi gorong-gorong di sekitar Hotel Indonesia, Jalan MH Thamrin. Jokowi mengira gorong-gorong di DKI Jakarta luas, namun kenyataannya berbeda.

"Di bayangan saya di bawah jalan-jalan di Jakarta gorong-gorongnya besar, bisa untuk sepakbola, tapi kenyataannya cuma 60 cm," kata Jokowi yang mencoba masuk gorong-gorong, Rabu, 26 Desember 2012.

Dengan diameter gorong- gorong yang hanya berukuran 60 sentimeter, ditambah dengan penumpukkan sedimentasi di dalamnya, wajar bila gorong-gorong tidak mampu menampung jumlah air hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

"Kalau hujannya normal masih bisa menampung, tapi kalau kaya kemarin hujannya 120 milimeter tidak mungkin menampung," ujarnya.

Dengan waktu yang cukup singkat dan telah masuk musim peghujan, Jokowo mengakui sulit bila harus memperbesar gorong- gorong yang ada. "Masalahnya kita hanya punya waktu sampai Januari, paling jangka pendeknya dipompa. Tapi saya minta gorong-gorong dijagain," katanya.

Ia sendiri telah memerintahkan kepada kepala Dinas PU untuk memasang pompa di empat lokasi yang rawan terjadi genangan. "Sore ini pasang, semua pompa yg kita punya disebar, di depan kampus Trisakti baru kita perintahkan," katanya.

Jakarta Hujan Angin, Jarak Pandang Terbatas

Sabtu, 22 Desember 2012

Kendaraan hanya bisa melaju paling cepat 20 km/jam.

imageHujan lebat disertai angin kencang kembali mengguyur Ibu kota siang ini, Sabtu 22 Desember 2012. Para pengendaraan khususnya roda dua memilih untuk berteduh dibawah flyover atau dihalte pinggir jalan.


Kendaraan hanya bisa melaju paling cepat 20 KM/jam pasalnya angin yang kecang membatasi laju kendaraan. Kabut yang sangat tebal ikut membatasi jarak pandang pengendara.

Terlihat juga antrian kendaraan dari arah Jenderal Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia. Kepadatan terjadi mulai dari halte Karet. Sementara untuk di jalur sebelahnya, dari arah Bunderan HI menuju Semanggi jalananya ditutupi oleh genangan air yang tingginya sekitar 20 cm.

Setelah melewati depan Atma Jaya, untuk kendaraan roda dua akan dihadapkan dengan air setinggi kaki orang dewasa yang berada dibawah kolong Semanggi, baik dipintu masuk kolong maupun di pintu keluar kolong Semanggi yang berada didepan Polda Metro Jaya.

Bagi pengendara diharapkan hati-hati dalam melajukan kendaraanya karena jalan sangat licin dan banyak genangan. Sementara hingga kini hujan angin masih terus turun.

Usai Pamer Payudara, Madonna Pamer Bokong di Konsernya

Kamis, 14 Juni 2012

Penyanyi Madonna selalu membuat kejutan. Setelah memperlihatkan payudaranya di Istanbul, Madonna memamerkan bokongnya di depan ribuan fansnya di Stadion Olimpico, Roma pada Rabu (13/8/2012).

Seperti dilansir Daily Mail, Kamis (14/6/2012), kegilaan itu juga terjadi saat Madonna membawakan lagu hitsnya 'Human Nature'. Di tengah-tengah lagu, mendadak Madonna membelakangi penonton dan menurunkan celana panjangnya.

Penyanyi berusia berusia 53 itu pun memamerkan bokongnya yang dibalut G-string. Kostum yang dipakai Madonna saat itu pun sama dengan yang dikenakannya di Turki.

Kejadian tersebut pun sontak membuat arena yang dipadati lebih dari 55 ribu penggemarnya itu riuh.

Saat ini, Madonna tengah menjalani tur keliling Eropa. Tur itu digelar dalam rangka mempromosikan album terbarunya, 'MDNA'.

Papua Sudah Aman?

Selasa, 12 Juni 2012

Jakarta - Mabes Polri mengklaim situasi keamanan di Papua sudah kondusif. Kendati, sejumlah kasus penembakan dengan korban sejumlah masyarakat sipil, Polri dan TNI, belum seluruhnya terungkap.

"Papua, khususnya di Abepura sudah cukup kondusif, meski masih banyak yang kuatir," ujar Kepala Divisi Humas, Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Selasa (12/6/2012).

Dikatakan, pihaknya tidak memberlakukan jam malam di Papua. Saud menegaskan, kasus penembakan di Papua tersebut sesuai fakta di lapangan adalah tindak pidana murni dan tidak ada muatan politik.

"Kami melihatnya faktual, bukan perkiraan intelijen dan politis. Ini pidana murni, kalau dalam pengungkapan ada modus lain akan disampaikan," katanya.

Banyak pihak menilai, kekerasan yang kembali marak di Papua dilatari oleh banyak persoalan. Bukan semata karena unsur pidana. Namun, Saud membantahnya. Pihaknya belum menemukan adanya keterkaitan aksi penembakan dengan motif lain di balik itu semua.

"Belum ada jaringan atau link yg sama, masing-masing kasus beda," jelas Saud.

Ruangan Presiden Kalah Dibanding Ruang Ketua DPRD DKI

Kamis, 07 Juni 2012

JAKARTA - Lantai 10 yang diperuntukkan khusus bagi Ketua DPRD DKI Jakarta terus mendapat penolakan dari anggota dewan yang lain. Ruangan seluas 1.200 meter persegi tersebut dinilai pemborosan jika hanya digunakan oleh satu orang. 

Ruangan Ketua DPRD DKI pun dinilai jauh lebih besar ketimbang ruangan Presiden.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra yang juga anggota komisi D DPRD DKI, M Sanusi, perubahan layout lantai 10 itu tanpa diketahui oleh anggota dewan lainnya. 

"Lantai 10 itu luasnya 1.200 meter persegi. Satu lantai sendirian, bisa buat main mini golf. Ada apa ini? Ruangan Ketua Dewan lebih besar dari ruangan Presiden. Ruang Presiden saja kalah, apalagi ruangan Gubernur," ujar Sanusi, Kamis (7/6/2012) saat meninjau gedung baru DPRD DKI bersama anggota dewan lainnya.
Sanusi menuturkan ruangan seluas itu untuk satu orang merupakan pemborosan, karena listrik yang dipakai untuk menyalakan AC dan perlengkapan lainnya menjadi tidak terpakai. Dikatakannya, perubahan layout sepihak di lantai 10 gedung baru dinilai sangat melanggar kaidah-kaidah ekonomi.

"Katanya mau bangun green building, namun nyatanya pemborosan. Tanpa diajak berbicara, tiba-tiba ada perubahan layout. Saya sudah sampaikan kepada Ketua Fraksi lainnya, dan mereka sepakat untuk tidak menggunakan gedung baru sebelum ada pembaharuan. Yang sudah setuju dari Fraksi PKS, Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, serta PAN-PKB," katanya.

Sanusi pun menilai lantai 10 itu sebenarnya bisa ditambahkan ruangan untuk empat wakil dewan lainnya yang pada layout perubahan berada di lantai sembilan. Menurutnya penggunaan dua lantai untuk pimpinan dewan, mengorbankan ruang anggota dewan lainnya.

"Ruang anggota dewan dipadatkan karena dua lantai dikorbankan. Kalau bicara 2014 nanti anggota dewan bertambah bisa lebih dari 100 orang, kan bisa nanti. Yang sekarang ini pemborosan," pungkasnya.

Dalang Hambalang Versi Nazaruddin

Selasa, 05 Juni 2012

Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games tak bosan menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang.

"Kalau proyek Hambalang yang men-setting semua itu di luar Menpora. Itu Mas Anas," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa 5 Juni 2012.

Menurut Nazaruddin, ia bersama Angelina Sondakh, Mirwan Amir, Mahyudin, dan Ignatius Mulyono, diperintahkan Anas untuk mengurusi proyek Hambalang. "Kalau yang atur fee-nya semua Mas Anas lewat Mahfud Suroso," ujarnya.

Kemudian Nazar menuding pembagian fee dilakukan Mahfud dengan besaran untuk Andi Mallarangeng Rp20 miliar, untuk Anas Urbaningrum Rp50 miliar, dan untuk DPR senilai Rp30 miliar.

Selanjutnya, masih kata Nazaruddin, proyek Hambalang yang dikerjakan melalui kerjasama operasi antara Adhi Karya dan Wijaya Karya itu juga sudah diatur-atur. "Untuk pengadaan itu yang atur Wika. Tapi supplier-nya yang atur Mahfud," ucapnya.

Mahfud selaku pemilik PT Dutasari Citralaras yang merupakan subkontraktor proyek Hambalang itu juga bertindak sebagai koordinator yang membagi uang jatah proyek Hambalang. "Semua fee tetap mengalir ke Dutasari. Nanti Dutasari yang alokasikan ke DPR, Mas Anas, Kemenpora. Kemenpora sendiri ada porsinya sendiri, untuk Pak Wafid dan kawan-kawan," ujar Nazar.

Untuk yang di DPR, Nazar menyebut anggota Komisi X dan Badan Anggaran DPR ikut menikmati jatah fee proyek itu. Bahkan, ia menegaskan semua pimpinan dan anggota Badan Anggaran ikut menerima proyek senilai Rp1,1 triliun itu. "Semua terima. Tapi semuanya yang atur Mirwan Amir. Waktu itu untuk pimpinan Banggar Rp20 miliar. Untuk teman-teman Komisi X Rp10 miliar. Ibu Angie juga terima," kata Nazar.

Bantahan

Anas beberapa kali telah membantah terlibat korupsi proyek Hambalang. "Tidak betul. Memangnya saya calo tanah. Memangnya saya calo sertifkat?" ujar Anas beberapa waktu yang lalu.

Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum itu juga membantah pernah menghadiri pertemuan-pertemuan yang dsebut-sebut Nazaruddin diadakan untuk mengurus proyek Hambalang. Sebaliknya, Anas menganggap semua tudingan tersebut adalah bagian skenario politik untuk menjeratnya secara hukum.

"Anda semua mengikuti bagaimana kasus Wisma Atlet. Dari awal saya sudah divonis bersalah. Tetapi, putusan hakim sudah jelas dan itulah yang terjadi. Saya kira sama saja seperti kasus Hambalang. Sebab, dalam kasus Wisma Atlet terbukti tidak benar," kata Anas.

Bantahan juga disampaikan Mirwan Amir. Mantan pimpinan Badan Anggaran DPR itu menyanggah semua tudingan Nazaruddin. "Itu semua kebohongan dari Nazaruddin," kata Mirwan, 5 Juli 2011.

Sementara itu, Menpora Andi Mallarangeng pun berkali-kali menegaskan dana untuk pembangunan proyek Hambalang itu tidak menyimpang dan telah sesuai prosedur. Andi memaparkan dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin 4 Juni 2012, pembangunan pusat olahraga Hambalang dimulai tahun 2010 dengan anggaran yang tersedia sebesar Rp275 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2011, dana untuk membayar kontraktor disiapkan Rp400 miliar.

Pak RT Cabuli Bocah 6 Tahun

BANGKA - Malang nasib sebut saja Dara. Bocah berusia enam tahun ini harus menanggung derita akibat dicabuli Hn, Ketua RT 8 Konghin Kabupaten Bangka Tengah. Selama ini Dara memendam sendiri deritanya karena merasa diancam pelaku agar tidak memberitahukan pencabulan tersebut kepada orang lain.

Ibu Dara berinisial Sc baru curiga ketika korban mengeluh sakit dan selalu basah di kemaluannya. "Malam itu dia sampai ganti celana lima kali karena basah terus dan keluar nanah. Kubawa dia periksa ke bidan Yayuk, kata bidan kemaluan anakku berlendir, infeksi. Ku dak tahu karena dia dak pernah ngomong apa ke saya," ungkap Sc sedih sambil mengendong putrinya yang lain yang baru berusia 1,5 tahun di RSUD Pangkalpinang, Selasa (5/6/2012).

Betapa sakit hati Sc saat tahu buah hatinya dicabuli oleh Hn. Selama ini Sc tak menaruh curiga apa-apa terhadap ketua RT tersebut. Apalagi anak-anak Sc suka bermain ke rumah Hn.

Bahkan kata Sc, Hn sering membawa Dara naik motor ke tempat pacar Hn di Lokalisasi Parit Enam, Pangkalpinang.

"Dak nyangka die kayak tu kek anakku. Sering diajaknya main di jalan. Sering diajak jalan-jalan sore, habis magrib baru pulang. Kadang diajaknya ke tempat tunangnya yang begawe di Parit Enam. Ku pun dak nyangka kayak e Hn tu orang baik," kata Sc.

Gempa Sukabumi, Laut Selatan Yogya Normal

Senin, 04 Juni 2012

Gempa berkekuatan 6,1 skala yang terjadi Sukabumi dan terjadi di laut sore tadi tidak berdampak pada meningkatnya gelombang pantai di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta.

"Gelombang di pantai selatan tidak perubahan sama sekali meski gempa berpusat di laut dengan kekuatan 6,1 SR," kata Taufik M Faqi, Sekretaris Tim SAR Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY, Senin 4 Juni 2012.

Taufik menyatakan tak hanya gelombang pantai di kawasan selatan Yogyakarta yang tidak ada perubahan. Namun berdasarkan radio
komunikasi yang dimiliki oleh Tim SAR Kabupaten Bantul juga menginformasikan bahwa kondisi laut mulai dari selatan Yogyakarta hingga laut selatan Ciamis, Jawa Barat juga masih dalam kondisi normal.

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Selatan Yogyakarta, kata Taufik, juga melakukan aktivitas seperti biasanya. Bahkan hampir semua warga tak merasakan adanya gempa. "Ya mungkin warga Jakarta saja yang merasakan karena jaraknya dengan Sukabumi tidak telalu jauh dibandingkan dengan jarak Sukabumi dengan Yogyakarta," ujarnya.

Dwi Daryanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIY menyatakan paska kejadian gempa di Sukabumi pihaknya langsung melakukan pemantauan kondisi laut selatan Yogyakarta. Diketahui tidak ada perubahan gelombang laut sama sekali. "Kondisi gelombang pantai selatan Yogyakarta masih normal dan tidak perubahan sama sekali," kata Dwi.

Bahkan dengan radio komunikasi jaring selatan-selatan yaitu Kabupaten Cilacap dan Ciamis menyatakan kondisi laut masih normal. "Untuk laut selatan Yogyakarta, Jawa Tengah bahkan hingga Ciamis Jawa Barat masih aman paska 1 jam kejadian gempa. Masyarakat di Yogyakarta juga tidak merasakan adanya gempa yang berpusat di laut tersebut," ujarnya.

Oknum Guru SMPN 287 Pukuli Puluhan Muridnya

Minggu, 03 Juni 2012

JAKARTA - Herman, seorang guru pengganti mata pelajaran matematika di SMPN 287 Jakarta Timur, dilaporkan ke Mapolres Jakarta Timur, karena menganiaya puluhan siswanya.

Herman dilaporkan ke SPK Mapolres Jakarta Timur oleh salah seorang siswanya, K (12), siswa kelas VIII. Pemukulan Herman terhadap K dilakukan pada Selasa (26/5/2012) lalu, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Tak hanya K, sekitar 30 siswa lain yang sekelas, hari itu juga dipukul Herman.

"Semua teman-teman satu kelas dipukulin kepalanya," kata K yang datang ke Mapolres Jakarta Timur didampingi ibunya. Akibat perbuatan Herman, K dan teman-temannya mengalami pusing. 

Bahkan, anak pertama dari dua bersaudara sempat demam dan meriang. Parahnya lagi, sang guru kerap mengepalkan tangannya saat memukul.

"Sakit waktu dipukul," imbuh K.

Menurut K, peristiwa itu berawal saat Herman mengajar di kelas II SMPN 287, untuk menggantikan guru utama. Seusai menjelaskan materi pelajaran kepada siswa, Herman menanyakan kepada anak didiknya, jika ada hal yang ingin ditanyakan. 

Setelah tidak ada tanggapan, Herman memutuskan agar dia yang bertanya ke siswa.

"Karena tak ada yang bertanya, kalau begitu bapak saja yang nanya," tutur K menirukan ucapan gurunya.

Respons serupa diterima Herman, saat mengajukan pertanyaan kepada para siswa. Tak ada satupun siswa yang menjawab.

Herman kesal dan naik pitam dengan keadaan itu. Para siswi ia suruh membenturkan kepala ke meja sebanyak lima kali. Bila menolak, Herman memukuli mereka dengan tangannya. Sedangkan para siswa dipukuli menggunakan sikutnya.

"Yang dipukul rata-rata kepala. Ada kepala bagian belakang, ada juga juga kepala samping. Semua teman-teman dipukul," jelas K.

Kekerasan ini bukan kali pertama terjadi. Menurut Keisha, dua bulan lalu, hal serupa juga dilakukan Herman. Saat itu, pihak sekolah sempat menegur Herman agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Tapi, sekarang Pak Herman mengulangi lagi sama kami," tutur K.

W (38) ibu K, awalnya tak mengetahui peristiwa kekerasan yang dialami anaknya. Ia sempat curiga saat anaknya mengaku pusing-pusing pada Rabu (30/5/2012).

"Sudah minum obat tapi enggak sembuh juga. Ternyata, demam dan pusing karena kepalanya memar," ungkap W. K akhirnya menceritakan apa yang terjadi kepada orangtuanya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur AKP Endang mengatakan, pihaknya akan melakukan visum kepada K, sebagai bukti awal.

"Setelah divisum, kami akan memanggil saksi lain, yakni beberapa siswa lain yang juga menjadi korban pemukulan sang guru," ujar Endang. 

Menurut Endang, dari keterangan sejumlah siswa itu, baru lah pihaknya akan memeriksa Herman.

Polisi Incar Pelolos Sabu 351 Kg

Selasa, 29 Mei 2012

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan akan menindak tegas oknum petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang terbukti membantu menyelundupkan sabu-sabu seberat 351 kilogram melalui Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Di negara ini tidak ada orang yang kebal hukum, semua kalau ada bukti kejahatan kami periksa dan sidik," kata Untung, Selasa 29 Mei 2012.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyebutkan, sejauh ini petugas Bea Cukai hanya menerapkan sistem acak (random) untuk memeriksa kiriman paket melalui peti kemas.
Polisi akan mempertanyakan prosedur pemeriksaan yang sebenarnya kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai. "Sistem pemeriksaannya masih manual dan tidak menggunakan alat detektor (sinar-X)," kata Rikwanto.

Dirjen Bea Cukai dipanggil
Komisi XI DPR dalam waktu dekat akan memanggil Direkur Jenderal Bea Cukai untuk meminta penjelasan terkait lolosnya sabu-sabu ini. Menurut anggota komisi XI dari PDIP Maruarar Sirait, perlu pengkajian serius lolosnya narkotika dalam skala besar ini. Kondisi ini juga aneh, mengingat Ditjen Bea cukai telah melakukan reformasi birokrasi untuk lebih profesional.

Maruarar mengatakan, terbongkarnya kasus ini juga terlihat adanya kurang koordinasi antar sektor seperti di pelabuhan atau bandara. "Meski banyak mencatat prestasi, namun Maruarar masih merasa perlu dilakukan pembenahan di Direktorat Bea Cukai," katanya.

Sebelumnya, Petugas Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran sabu seberat 351 kg dan menangkap empat tersangka, berinisial AK, DR, MW alias A, dan seorang warga Malaysia, EWH alias J dalam kurun waktu 2-9 Mei di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Sabu senilai Rp702 miliar itu dapat dikonsumsi sebanyak 35 juta orang dan akan diedarkan ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya dan Manado. Salah satu tersangka mengaku menyelundupkan sabu dari China melalui Malaysia menuju Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok.

Stres Tak Bekerja, Ambari Nekat Gantung Diri

Senin, 21 Mei 2012

MEDAN - Diduga mengalami stres akibat ribut dengan sang istri, M Ambari (31) warga Jalan Sei Kera Gang Pinang Medan Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri didalam kamar dengan menggunakan seutas tali nilon, Senin (21/5/2012). 

Informasi yang dihimpun di Polsek Medan Timur, korban yang saat itu berada didalam rumah, tewas mengenaskan dengan leher terlilit dengan tali nilon yang diikat di sebuah kusen pintu di joglo belakang rumah milik orang tuanya itu.

Korban ditemukan oleh Surya (35), abang ipar korban. Berawal ketika Surya bersama kakak korban dan ibu korban hendak masuk kedalam rumah. Namun tiba di depan gerbang, terlihat pintu gerbang itu terkunci dengan gembok.

Dari sana, Surya dan kakak korban pun memanggil-manggil korban guna membuka pintu. Hingga setengah jam dipanggil, korban tak juga keluar membuka pintu pagar besi berwarna hitam tersebut. Merasa curiga, Surya pun melompati gerbang mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Berhasil melompati pagar, Surya pun coba membuka pintu utama rumah. Ketika dibuka pintu dalam keadaan tak terkunci, sedangkan korban sendiri tak didapati berada didalam, begitupun di dalam kamarnya. Semakin penasaran, Surya coba melihat ke belakang rumah. Terkejut bukan main, Surya mendapati korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergantung.

Menurut pengakuan keluarga korban, Ambaria bapak dua anak ini, sudah beberapa bulan terakhir tidak mempunyai kerja dan sempat betengkar dengan sang istri Lia.

"Dia sempat aku melihat bertengkar dengan istrinya dan sudah tidak kerja lagi dia sekarang," ungkap kakak kandung korban, Dewi Marini.

Tak lama kepolisian dari Polsekta Medan Timur terjun lokasi untuk melakukan identifikasi dengan menerjunkan tim identifikasi dari Mapolresta Medan. Dari identifikasi, korban murni tewas gantung diri, lidah menjulur keluar, dari alat kelamin mengeluarkan sperma. Tak ditemukan luka kekerasan di sekujur tubuh jasad Ambari.

Setelah dilakukan indentifikasi, pihak keluarga tidak mengizinkan pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi terhadap jasad Ambari di rumah sakit. Pihak kepolisian menyetujuinya dengan membuat pernyataan bahwa jasad Ambari tidak dilakukan otopsi yang disaksikan oleh kepala lingkungan setempat.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan membenarkan kejadian itu. Tewasnya Ambari murni gantung diri dan tidak ditemukan kekerasan terhadap tubuh jasad Ambari di lokasi.

"Iya, korban tewas dengan gantung diri, tanpa ada ditemukan kekerasan terhadap jasad korban," terangnya.
Ridwan mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap jasad korban dan lokasi penemuan jasad Ambari."Kita sudah melakukan identifikasi dan memintai keterangan sejumlah anggota keluarga atas kejadian ini," ujarnya.

TNI akan Tarik Anggotanya dari Gunung Salak

JAKARTA - Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, anggota TNI yang membantu evakuasi korban pesawat Sukhoi SuperJet 100 akan ditarik dalam waktu dekat.

"Rencananya, jika beberapa hari ini akan selesai, akan kami tarik anggota kami," ujar Agus sesaat sebelum menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Pusat Generasi Muda FKPPI di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2012).

Agus menjelaskan, penarikan anggota TNI tersebut lantaran keberadaan tim SAR di Gunung Salak dinilai sudah cukup.

"Karena begini ya, secara umum tugas evakuasi sudah cukup oleh Basarnas. Mungkin tinggal satu tim (TNI) saja yang disisakan," terangnya.

Meski demikian, Agus mengingatkan, penarikan anggota TNI dalam evakuasi Sukhoi sepenuhnya tergantung dari hasil evaluasi kerja yang dipimpin Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo.

"Tapi semua itu tergantung evaluasi dari Kabasarnas," kata Agus.

Jasad Jurnalis TransTV Sedang Diidentifikasi

Kamis, 17 Mei 2012

Jasad cameraperson TransTV, Aditya Sukardi, saat ini tengah diperiksa di Rumah Sakit Polri Kramatjati. Jasad Aditya dipastikan ditemukan oleh tim SAR kemarin karena saat ditemukan kondisi jasad Aditya relatif  lebih baik dibanding korban Sukhoi lainnya.

Selain itu, pakaian yang dikenakan sesuai dengan pakaian kerja yang biasa digunakan, yakni berupa kemeja hitam dengan logo TransTV di lengan. Dan semua jenazah yang ditemukan kemarin telah dikirim ke rumah sakit.

"Sedang diperiksa, sekarang sedang diperiksa di belakang oleh, ahli-ahli forensik kita," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Musadeq Ishak di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis 17 Mei 2012.

Meski begitu, kata Musadeq, dirinya belum memastikan jasad itu adalah Aditya. "Kami belum tahu."

Tim evakuasi gabungan menemukan jasad Aditya sekitar pukul 10.30 WIB di kedalaman 300 meter lagi dari posisi puing pesawat. Selain dari seragam TransTV, ciri-ciri jasad yang diduga Aditya itu diketahui dari postur tubuh. Ciri fisik bagian atas yang tidak berpayudara menguatkan bahwa itu adalah Aditya.

Dua jurnalis TransTV, Aditya Sukardi dan reporter Ismiati Soenarto merupakan penumpang Sukhoi yang jatuh pada Rabu petang 9 Mei 2012. Kemarin, tim juga berhasil menemukan wanita berpakaian hitam. Tetapi di baju jasad wanita itu itu tidak terlihat logo TransTV atau gambar lainnya. Sehingga belum bisa dipastikan bahwa itu adalah jasad reporter TransTV Ismiati Soenarto.

30 Kantong Jenazah

Sampai hari ini, sudah sembilan hari tim SAR telah mencari jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superket 100. Sudah 30 kantong jenazah terkumpul di Rumah Sakit Polri Kramatjati, selain kantong berisi jenazah, RS Polri juga tengah mengidentifikasi 5 kantong berisi properti.

Dari ke 30 kantong yang telah diperiksa, hanya satu jenazah yang berhasil diidentifikasi. "Sampai saat ini sidah diumumkan baru satu jenazah yang teridentifikasi." Kata dia. Meski demikian, Musadeq enggan mengumumkan identitas jenazah yang berhasil diidentifikasi.

"Tapi secara etika belum mengumumkan itu. Nanti pada saatnya pasti akan kami umumkan," kata dia.

Dua Wartawan Tersesat Dipandu Tim SAR

Jumat, 11 Mei 2012

Dua wartawan yang tersesat di Gunung Salak pada saat evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 dipandu turun oleh tim SAR. Kedua wartawan yang diketahui bernama Ray Jordan (Detik.com) dan Ade (Bali Post) berkomunikasi dengan tim SAR dengan cara saling berteriak.

Salah seorang petugas SAR di Posko Embrio Penangkaran Sapi, Desa Cipelang, Bogor, Jumat malam, 11 Mei 2012 menerima laporan dari handy talky sekitar pukul 20.20 WIB.
Dalam laporan itu dikatakan Jordan bersama Ade berada di lembah di ketinggian 1.700 mdpl (meter dari permukaan laut). Sementara itu, tim SAR berada di atas posisi kedua wartawan itu. Jarak ketinggiannya cukup tinggi.

Selain itu, tim SAR meminta agar dua wartawan itu berjalan mengikuti cahaya senter yang disorot ke bawah. Dengan harapan, Jordan dan Ade dapat berjalan naik ke atas bertemu tim SAR.
"Sebelumnya, mereka sahut-sahutan dengan suara kurang jelas. Kalau sekarang sudah mulai jelas. Artinya jarak dari bawah dengan tim SAR sudah dekat," kata salah seorang petugas SAR.

Namun, hingga saat ini, belum ada informasi bahwa tim SAR sudah bertemu secara fisik dengan Jordan dan Ade. Jordan dan Ade diketahui tersesat setelah ada pesan pendek dari Jordan yang diterima wartawan VIVAnews, Oscar Ferri yang berada di Posko Embrio Gunung Salak.
Jordan bertanya posisi Oscar berada di mana. Ia menulis "Lo dimana?? Gw nyasar sama Ade Balipos. Ini lagi saut-sautan sama SAR. Kondisi aman... doakan ya".
Jordan mengirimkan pesan melalui BlackBerry Messenger pada pukul 16.33 WIB. Jordan kembali mengirim pesan ke Oscar pada pukul 16.44 WIB. "Gw kesasar car. Kondisi aman".

Setelah mengirimkan pesan itu, ponsel Jordan tidak bisa dihubungi. Kemungkinan karena tidak mendapat sinyal atau baterai habis.

Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, salah seorang petugas SAR yang berada di Posko Embrio memberi tahu bahwa ada dua wartawan yang tersesat di atas. "Salah satunya bilang dia wartawan Detik.com," katanya.

Sementara itu, salah seorang juru kamera ANTV, Juju mengatakan, dia sempat mendaki naik bersama wartawan Detik.com. "Tapi, saya tidak tahu namanya. Kemudian di tengah jalan saya turun, dia lanjut bersama rombongan," kata Juju.

Dari pembicaraan yang dikutip melalui handy talky tim SAR, dua wartawan yang tersesat itu tertinggal dengan rombongan tim SAR. Karena tertinggal, keduanya memutuskan untuk mengejarnya, namun gagal.

Jordan diketahui naik bersama tim Charlie yang diperbantukan untuk mengevakuasi korban Sukhoi Superjet 100, Jumat 11 Mei 2012, sekitar pukul 06.00 WIB. Tim Charlie adalah tim evakuasi ketiga setelah Tim Alpha dan Tim Bravo yang sudah lebih dulu berangkat.

Ayah Perkosa Anak Kandungnya Hingga 7 Kali

Rabu, 09 Mei 2012

MAKASSAR - Seorang ayah di Makassar, Sulawesi Selatan tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Perbuatan bejat sang ayah tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali. Korban pun diancam akan dibunuh oleh sang ayah jika melaporkan perbuatan bejat tersebut.

Jefry Mangka, ayah dua orang anak ini tega memperkosa ID (19) anak kandungnya di rumah pelaku, Jalan Toddopuli III, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Peristiwa ini bermula ketika pelaku yang telah lama ditinggal pergi oleh istrinya itu mengetahui jika korban telah tidur dengan pacarnya dan sudah tidak perawan lagi.

Korban sempat kabur dari rumah pelaku selama dua hari, namun pelaku mendapati korban sedang berada dirumah pacarnya. Kesal mengetahui korban tak perawan lagi, pelaku akhirnya memperkosa korban sebanyak tujuh kali dalam kurun waktu tiga hari.

Korban tak mampu mencegah keinginan sang ayah lantaran diancam akan dibunuh jika melaporkan perbuatan bejatnya tersebut.

Aparat polisi dari Polsekta Panakkukang yang bergerak cepat langsung meringkus pelaku dirumahnya Senin (7/5/2012) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku diancam Pasal 285 dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Nunun Divonis 2,5 Tahun Penjara

JAKARTA — Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun enam bulan penjara terhadap Nunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 (DGSBI 2004).

Nunun dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap ke sejumlah anggota DPR 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai DGSBI 2004.

Selain hukuman penjara, istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Daradjatun, itu diharuskan membayar denda Rp 150 juta yang dapat diganti kurungan tiga bulan.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta (majelis hakim Tipikor Jakarta) yang terdiri dari Sudjatmiko (ketua), Eka Budi Prijatna, Ugo, Sofialdi, dan hakim Anwar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

"Menyatakan terdakwa Nunun Nurbaeti terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dalam dakwaan pertama," kata Sudjatmiko.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Nunun dihukum empat tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Adapun hal yang memberatkan Nunun adalah, dia dianggap tidak mendukung pemerintah dalam menyelenggarakan negara yang bersih dan tidak merasa bersalah melakukan tindak pidana. Adapun yang meringankan, Nunun berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum sebelumnya, berusia lanjut, dan memiliki riwayat penyakit.

Mendengarkan putusan ini dibacakan, Nunun yang duduk di kursi terdakwa itu tampak tenang dan menunduk.

Majelis hakim menguraikan, pada 8 Juni 2004, Nunun memberi suap dalam bentuk cek perjalanan senilai total Rp 20,8 miliar kepada sejumlah anggota DPR 1999-2004 melalui Arie Malangjudo. Cek tersebut merupakan bagian dari total 480 lembar cek BII senilai Rp 24 miliar yang diberikan kepada anggota DPR periode 1999-2004, antara lain Hamka Yandhu (Fraksi Partai Golkar), Dudhie Makmun Murod, Endin AJ Soefihara, dan Udju Juhaeri.

Sehari sebelumnya, tepatnya 7 Juni 2004, Nunun mengadakan pertemuan dengan Hamka Yandhu dan Arie di kantor Nunun di Jalan Riau Nomor 17, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Nunun meminta saksi Arie membantunya menyerahkan tanda terima kasih kepada anggota dewan.

"Saya ingin Pak Arie membantu saya sampaikan terima kasih ke anggota dewan," kata hakim Eka Budi menirukan perkataan Nunun kepada Arie saat itu.

Setelah Arie setuju, seraya menunjuk Hamka, Nunun berkata, "Nanti bapak ini yang akan mengatur semuanya." Hamka pun mengatakan, nanti akan ada tas belanja berisi cek perjalanan dengan kode merah, kuning, hijau, dan putih, yang ditujukan untuk anggota dewan.

"Terdakwa (Nunun) kemudian menambahkan, nanti akan ada orang yang mengambil. Nanti kamu dihubungi," tambah hakim Eka Budi. Beberapa lama kemudian, Arie dihubungi anggota-anggota dewan yang meminta jatah cek masing-masing.

Sebelum pembagian cek tersebut atau sebelum pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan DGSBI 2004, Nunun mengadakan pertemuan dengan Miranda. Saat itu, Miranda dukungan Nunun, dan minta diperkenalkan dengan anggota DPR 1999-2004 yang dikenal Nunun.

"Terdakwa (Nunun) pun menyanggupi dan akan membicarakan dengan orang-orang yang terdakwa kenal," kata hakim Eka Budi Prijatna. Nunun juga memfasilitasi pertemuan Miranda dengan Hamka, Endin, Paskah, di rumah terdakwa, di Cipete, Jakarta.

"Meskipun menurut terdakwa (Nunun), dirinya tidak ikut terlibat dalam pembicaraan," tambah Eka Budi. Seusai acara pertemuan di Cipete tersebut, Nunun mendengar ada yang menyampaikan, "Ini bukan proyek thank you, ya."

Pak Tarno Ditipu Manajer dan Sopir

Pak Tarno, pesulap kondang yang selalu menyebutkan mantranya "sim salabim jadi apa, prok ... prok ... prok", mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Jakarta Utara, hari ini, Rabu 9 Mei 2012.
 
Kedatangannya ke kantor polisi untuk melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan manajer dan sopirnya. "Mereka (pelaku) adalah pasangan suami istri," ujar Slamet, rekan Pak Tarno yang mendampinginya di Polres Jakarta Utara .

Kasus tersebut, berawal ketika Pak Tarno berniat membeli mobil Toyota Avanza dengan cara kredit melalui pasangan suami istri tersebut. Menurut Pak Tarno, hingga saat ini, ia belum juga mendapatkan mobil impiannya.
"Saya sudah menyerahkan uang cash sebesar Rp50 juta kepada mereka di Bank Mega Kelapa Gading. Lalu lewat transfer sebesar Rp50 juta dari Bank Mandiri. Keduanya dilakukan setahun yang lalu," kata Pak Tarno.

Namun, dia menambahkan, kendaraan roda empat tersebut juga belum di tangan. Sang sopir dan manajernya justru menghilang tanpa ada kabar yang jelas.
"Tolong dibantu ya teman-teman," tutur Pak Tarno kepada wartawan saat menuju ruang pemeriksaan petugas.

Dahlan Iskan: Kalau Masih Antre, Besok Saya Gratisin Lagi

Senin, 19 Maret 2012


JAKARTA - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan berjanji akan kembali menggratiskan mobil yang terjebak dalam antre panjang di depan pintu tol Semanggi.

Sebelumnya, pada Senin (20/3/2012) pagi, Dahlan menggratiskan sekitar 100 mobil yang terlibat antrean panjang di pintu tol Semanggi. "Kalau pas saya lewat, saya gratisin lagi," kata Dahlan ketika dihubungi Kompas.com, Senin.

Dahlan mengatakan, dirinya ingin agar manajemen jalan tol ditangani secara baik. Jumlah mobil yang antre di depan loket gerbang tol tak boleh lebih dari 5 unit.

Dahlan mengatakan akan memberikan sanksi kepada manajemen tol jika kondisi antrean di gerbang tol tak membaik. "Saya akan ambil tindakan," kata Dahlan.

Kereta Cepat, Jakarta-Bandung 45 Menit



Kementerian Infrastruktur dan Transportasi Jepang menunjuk Japan Railway Technical Service sebagai rekanan dari Yachiyo Engineering Co. Ltd, sebagai penggarap studi pembangunan kereta supercepat Jakarta-Bandung. Ini merupakan tindak lanjut kerjasama pemerintah Indonesia-Jepang dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Dalam studi itu, Jakarta-Bandung bisa ditempuh hanya dalam 45 menit. Jauh lebih cepat dengan kereta saat ini yang memakan waktu 3 jam. 

Agar mempersingkat waktu perjalanan, kereta supercepat itu harus berjalan di atas 200 km per jam. Mengingat kondisi wilayah Jakarta-Bandung yang berbukit, mungkinkan kereta supercepat Jepang bisa tetap mulus?

Dalam data paparannya, Cikampek menuju Bandung memiliki tingkat kemiringan 25 derajat. Dengan kemiringan ini, Jepang yakin masih bisa menaklukkan wilayah ini.


Jepang memiliki dua kereta andalannya yaitu JR EAST Seri E5 dan JR EAST Seri E2. Di negeri aslinya, kereta ini diberi nama Shinkansen. Kereta ini diyakini mampu berlari 210 km per jam di lintasan miring. Jadi, tak masalah kondisi perbukitan tetap bisa dilalui kereta supercepat.

Berikut studi kelayakan berdasarkan waktu tempuh perjalanan kereta api cepat Jakarta-Bandung:

1. Tipe Kereta Api Super Express dengan perjalanan Jakarta-Airport Baru-Bandung membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

2. Tipe Kereta Api Airport Shuttle dengan perjalanan Jakarta-Bandara yang baru (Karawang), membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.

3. Tipe Kereta Api Express dengan perjalanan Jakarta sampai Bandung dengan pemberhentian disetiap stasiun membutuhkan waktu kurang lebih 50 menit.

Puting Beliung Juga Terjang Bali, 2 Tewas

Sabtu, 17 Maret 2012


Imbauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar warga Bali mewaspadai turunnya hujan angin disertai petir rupanya tebukti. Sabtu malam 17 Maret 2012, hampir sebagian wilayah Pulau Bali dilanda hujan deras disertai angin kencang dan petir sambar menyambar. Hujan turun sekira pukul 22.45 WITA.

Pusat Pengendalian Operasinal Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Bali langsung memonitor situasi di lapangan. 

Anto, warga Kota Denpasar mengaku takut dengan keadaan cuaca yang terjadi sekitar satu jam itu. "Anginnya mengerikan," kata dia. 

Angin puting beliung yang mengamuk hampir di sebagian besar daerah di Bali menyebabkan ratusan rumah rusak dan pohon tumbang. Angin puting beliung ini juga menyebabkan dua orang tewas tertimpa atap bale gong (ruang penyimpanan gamelan gong) saat sedang sembahyang di Pura Air Jeruk, Sukawati, Gianyar.

Korban tewas akibat tertimpa bale gong ini bernama I Ketut Nada asal Pakuwudan dan I Ketut Sumarna asal Sukawati, Gianyar. Pada saat itu, kedua korban bersama lima orang lainnya berada di Pura Air Jeruk. Sekitar pukul 22.40 WITA angin keras disertai hujan lebat melanda kawasan ini. "Waktu itu ada sekitar enam orang sedang sembahyang di Pura," jelas Wayan, salah seorang keluarga korban yang ditemui di RS Darma Yadnya.

Lalu saat angin kencang dan hujan lebat ini terjadi, atap bale gong tiba-tiba ambruk dan menimpa kerumunan orang yang sedang tangkil di pura ini. Korban meninggal, Ketut Nada mengalami luka serius di bagian kepala karena tertimpa atap bale gong dan langsung meninggal di tempat. Sementara itu, satu korban lainnya I Ketut Marna mengalami patah kaki dan tidak sadarkan diri. Korban I Ketut Dana di bawa ke RS Ganesha, Gianyar dan korban lainnya I Ketut Sumarna sempat dirawat di RS Darma Yadnya, Denpasar dan akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan.

Saat atap roboh keduanya tertimpa langsung atap bale gong, sedang lima orang lainnya berhasil menyelamatkan diri. "Waktu itu kedua korban sedang bersama dan langsung tertimpa atap bale gong. Lima orang lainnya berhasil selamat," jelas Wayan.

Pantauan VIAnews.com, selain di Gianyar, angin puting beliung juga memporak-porandakan Kota Denpasar. Tercatat belasan titik mengalami kerusakan parah mulai atap rumah hancur hingga tumbangnya pohon.

Di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar tepat di depan Kantor TVRI, satu pohon berukuran besar roboh dan melintang di badan jalan. Akibatnya arus di Jalan Cok Agung Tresna dialihkan ke arah lainnya. Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Melati, Jalan Danau Tempe dan depan Kantor DPRD Bali di kawasan Renon, Denpasar.

Selain itu ratusan atap rumah juga dilaporkan beterbangan saat angin ngelinus mengamuk. Di kawasan Gelogor Carik, Denpasar puluhan warga harus mengungsi setelah angin menerbangkan dan merusak atap rumah. Kepala Pusat Pengendalian Opersional Penaggulangan Bencana (Pusdalops PB) ProvinsiBali, I Gede Jaya Seratabrana mengaku timnya sudah turun ke lapangan untuk menginventarisasi kerusakan dan jumlah korban. "Tim sudah turun ke lapangan untuk memonitor situasi," kata Seratabrana kepada VIVAnews.com.

Sebelumnya Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Wayan Suardana mengimbau kepada warga Bali untuk mewaspadai cuaca yang belum bersahabat akibat badai Lan yang terjadi di Teluk Australia.

Pemain Chelsea Pesta usai Singkirkan Napoli

Jumat, 16 Maret 2012

Chelsea sukses menyingkirkan Napoli di leg 2 babak 16 besar Liga Champions, Rabu 14 Maret 2012. Tim yang diasuh oleh manajer interim Roberto Di Matteo itu di luar dugaan berhasil menggulung Napoli 4-1. Padahal, di leg 1 mereka dikalahkan 1-3.

Tentu saja skuad The Roman Emperor merayakan sukses kecil itu. Seusai pertandingan, beberapa pemain Chelsea menghabiskan waktu di klub malam Aura di daerah West End, Inggris.

Seperti dilaporkan The Sun, beberapa pemain seperti Didier Drogba, Juan Mata dan pencetak gol kemenangan Branislav Ivanovic tampak menikmati euforia kemenangan usai menyingkirkan Napoli. Tidak lama setelah kedatangan mereka, Ashley Cole, Florent Malouda, Michael Essien dan David Luiz juga ikut bergabung.

Tapi, pesta kemenangan itu tidak dihadiri oleh sang kapten John Terry dan juga Frank Lampard. Sepertinya mereka lebih memilih untuk merayakannya bersama keluarga masing-masing.

Seusai pertandingan, Drogba dengan antusias mengatakan sudah lama tidak merasakan kegembiraan seperti itu. Menurutnya, kemenangan atas Napoli tersebut jadi salah satu kemenangan terbaik selama kariernya di Chelsea.

Sama seperti Drogba, Di Matteo juga sangat antusias menyambut kemenangan The Blues. Menurutnya, pertandingan itu merupakan malam terindah untuknya selama berada di Stamford Bridge.

Meski begitu, posisi Chelsea di Premier League belum aman. The Blues masih berada di peringkat 5 klasemen sementara dan terlempar dari zona Liga Champions.

Chelsea tak boleh lama bereuforia karena selanjutnya harus menghadapi Manchester City yang baru tersingkir dari ajang Liga Europa. Tentu, City akan tampil habis-habisan untuk menjaga peluang menjadi jawara Premier League musim 2011-12.

Tabung Gas 12 Kg Meledak, 2 Tewas 8 Luka-luka

Dua orang tewas dan 8 lainnya luka-luka setelah gas tabung berukuran 12 kilogram meledak di Kampung Coyudan RT 03 RW 14 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jumat 16 Maret 2012 pukul 14.10 WIB.

Tak hanya memakan korban. Ledakan gas juga merusak tiga rumah yakni milik Hadi Rusmin, Asmara dan Asdullah.

Berdasarkan keterangan dari Mapolres Temanggung, peristiwa naas berawal ketika Suwarti, 56 tahun, istri Hadi Rusmin yang kesehariannya bekerja sebagai penjual jamu gendong hendak merebus air dengan kompor gas.

Ketika menyalakan kompor, tiba tiba tabung gas 12 kg miliknya meledak hingga mengakibatkan rumah lantai dua miliknya roboh dan menimpa 2 buah rumah tetangga yang berada dibelakangnya.

Suwarti dan anaknya, Hasti Virya (4) langsung tewas di tempat.

Sementara, delapan orang luka-luka yakni, Mualimin (35), Wartini (6), Sapto Adi Pamungkas (15), Sabaniyah (37), Solihatin Nadifah (8), Hadi Rusmin (62), Asdullah (61) dan Fatimah (80).

Umumnya mereka mengalami luka-luka akibat hantaman benda keras. Korban luka saat ini sudah ditangani di rumah sakit terdekat.

Akibat peristiwa ini, kerugian dari rumah yang ambruk diperkirakan mencapai Rp135 juta.

Asyik Teleponan, Pejalan Kaki Sekarat Disambar Kereta

Minggu, 11 Maret 2012

JAKARTA - Jangan sembarangan main handphone di keramaian umum, karena taruhannya nyawa! Seperti yang dialami seorang pejalan kaki di Stasiun Kebayoran, Jakarta. Karena terlalu dekat dengan rel kereta api dan tak mendengar kereta datang, ia tersambar kereta, Minggu (11/3), sekitar pukul 13.00 siang gara-gara asyik teleponan dengan HP. 


Di tengah panas terik, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit, tempat kejadian yang berdekatan dengan pos keamanan dan juga jalan raya kemudian dijaga beberapa petugas polisi. "Orangnya lagi teleponan, menghadap ke belakang. Dia tidak tahu ada kereta datang dari belakangnya. Sudah ada yang meneriaki untuk menghindar tapi tidak didengar," kata seorang pedagang asongan di kereta KRL jurusan Serpong-Tanah Abang sambil menunjukkan tempat lokasi kejadian yang sedang dijaga polisi.

Insiden kecelakaan itu tak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta baik dari Tanah Abang maupun dari Serpong. Kejadian itu menjadi perbincangan para pedagang asongan. Tak hanya di stasiun Kebayoran, para pedagang asongan di stasiun Sudimara pun ramai membicarakan insiden tersebut. "Orang yang keserempet kereta sekarat kayaknya, keluar darah dari hidungnya. Sudah dibawa ke Rumah sakit," katanya.

Umi, seorang ibu penumpang kereta KRL mengatakan kejadian serupa bukan satu kali terjadi. "Dulu malah satu keluarga yang jadi korban, di pinggir rel kesambar kereta. Gara-garanya mereka tak sadar ada kereta karena sedang asik teleponan," katanya.

Koalisi tak Biarkan Demokrat Ambil Untung Kenaikan BBM

JAKARTA - Pengalaman Pemerintahan SBY dan Partai Demokrat menaikkan bahan bakar minyak membuat suaranya anjlok tapi naik kembali dengan program bantuan langsung tunai, tak akan dibiarkan partai lain dan koalisi. Mereka tak membiarkan Demokrat untung sendiri.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby menilai, Demokrat pada 2005 lalu menaikkan BBM dan suaranya anjlok. Tapi popularitasnya menggurita pada 2008 dan 2009, dua kali menurunkan harga BBM, ditambah dua kali kucurkan BLT.

"Partai politik lain pasti tak akan membiarkan ini terjadi. Mereka akan bereaksi aktif soal BBM dan BLT. Mereka tak mau rugi dan tak rela hanya partai lain yang memeroleh keuntungan politik dari kebijakan ini," ujar Adjie di Kantor LSI, Jakarta, Minggu (11/3/2012).

Menurut Adjie, menaikkan BBM dan mengucurkan BLT tak semata kebijakan publik pemerintah SBY. Di balik itu tersembunyi perhitungan politik masa depan Demokrat mendekati 2014. Ia meyakini kenaikan BBM diimbangi turunnya BLT menjadi isu paling hot jelang 2014.

Menengok pada 2005, suara SBY dan Demokrat anjlok setelah menaikkan BBM. LSI mencatat Agustus 2005-Januari 2006, dukungan pada Demokrat dan SBY kurang lebih 5-10 persen. Tapi pada 2008-2009, petaka itu menjadi berkah. SBY menurunkan dua kali BBM dan dua kali mengucurkan BLT.

Makanya, pesaing Demokrat akan keras agar kenaikan BBM tidak terlalu tinggi. Pasalnya pemerintah SBY akan mendapat kesempatan menurunkan kembali harga BBM menjelang 2014 dan itu akan menguntungkan Demokrat karena dinilai paling berjasa.

Survey LSI dari 5-8 Maret menunjukkan sebanyak 54.27 persen responden menyalahkan Demokrat karena kenaikan BBM. Tapi secara bersamaan, lebih banyak yang setuju dengan BLT yakni 54.36 persen. "Jika dijalankan, 54.36 persen publik menyatakan Demokrat berjasa," terangnya.

Tewasnya Olivia Ingatkan Tragedi Pilu Nike Ardilla

JAKARTA - Kematian tragis model cantik belia, Olivia Dewi, dalam kecelakaan mobil di kawasan Sudirman Jakarta Pusat, Sabtu dini hari, 10 Maret 2012, mengingatkan kita pada insiden memilukan serupa yang menimpa empat selebritis Indonesia beberapa tahun silam. Siapa saja mereka? Berikut ini catatannya. 

- Nike Ardila
Tewasnya Nike Ardilla barangkali adalah musibah di dunia hiburan Indonesia yang paling banyak ditangisi oleh penggemarnya. Betapa tidak? Pemilik nama panjang Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi yang tewas Maret 1995 silam itu meninggalkan jutaan penggemarnya ketika sang biduan tengah berada di puncak popularitas.
Diva pop belia ini tewas setelah mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan RE Martadinata, Bandung. Nike Ardilla merupakan penyanyi, bintang film, model, bintang iklan dan seniman paling sukses di semua bidang entertainment. Ya menyanyi, jadi bintang film, laris jadi bintang iklan, dan sederet karir lainnya.
Selama sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati oleh penggemarnya sepanjang tahun. Bahkan ada Museum Nike Ardilla untuk mengenang barang-barang bersejarah almarhumah pelantun lagu 'Bintang Kehidupan' itu.

- Sophan Sophiaan
Setelah bertahun-tahun sukses di dunia perfilman, Sophan terjun ke panggung politik dan pernah aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Aktor kawakan ini meninggal dunia pada 17 Mei 2008 dalam sebuah kecelakaan motor di Ngawi, Jawa Timur.

- Taufik Savalas
Ini adalah artis bertalenta tinggi di bidang komedi, dunia presenter bahkan ia juga pandai berdakwah.
Taufik Savalas atau Muhammad Taufik bin Muhammad Yusuf Masri adalah tewas dalam tabrakan mobil di Jawa Tengah. Ia dimakamkan di Tempat Pemakaman Keramat Tengkele di Desa Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Banten, tempat leluhurnya.
11 Juli 2007, Taufik kecelakaan di Purworejo hingga merenggut nyawanya. Ia meninggal pada usia 41 tahun dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Bagelen, Purworejo ketika menuju  Purbalingga untuk mengemban tugas sebagai duta produk sabun kesehatan.

- Valia Rahma
Valia Rahma memang tidak setenar Nike Ardila. Tapi wajahnya cukup dikenal di dunia 'public speaking' lewat karirnya sebagai presenter. Wajah cantiknya juga sering nongol dalam berbagai sinetron meski awal kariernya dimulai dengan menjadi model. Kemudian, ia juga ikut bermain dalam film "Hantu Jeruk Purut" pada tahun 2006. "Planet Remaja" adalah salah satu mata acara televisi yang pernah dia bawakan dengan apik.

3 Titik Kebakaran di Mal Terbesar Pekanbaru

Jumat, 09 Maret 2012

Mal SKA Pekanbaru yang terbakar sejak petang tadi, hingga pukul 21.00 WIB, masih dilalap api. Setidaknya ada tiga titik kebakaran. Salah satunya adanya di lantai dasar, tepatnya di Hypermart.

Namun, pihak pemadam kebakaran mengaku sudah bisa menguasai api. Petugas pemadam saat ini juga sudah berhasil masuk ke mal.

Sebelumnya, mal dipenuhi asap, sehingga menyulitkan petugas masuk. Hanya dengan menggunakan tabung oksigen, petugas bisa masuk mengingat banyaknya asap.

"Ada 10 unit mobil pemadam kebakaran yang kami kerahkan untuk memadamkan api. Saat ini, petugas dan mobil masih dikerahkan di TKP," ujar Kabid Kebakaran Pekanbaru, Zul Azni, Jumat 9 Maret 2012.

Ia melihat bagian dalam mal banyak yang terbakar. Beberapa toko banyak dagangan yang rusak, karena panas dari kobaran api dari lantai dasar.

Sejauh ini, pihak pemadam belum menemukan adanya korban yang kemungkinan terjebak di dalam mal. Arus listrik di Mal SKA putus. Sementara itu, masyarakat terlihat berkerumun menyaksikan kebakaran.

Namun, beberapa warga ada yang mengalami luka-luka. Dan sebagian mereka ada yang dirawat di rumah sakit terdekat.

Sejauh ini, belum ada keterangan dari pihak Mal SKA terkait kebakaran itu. Pihak pemadam kebakaran juga belum bisa memastikan sebab dan sumber kebakaran.

Lapor Sertifikat Raib, Wanita 70 Tahun Dibui

Sial benar nasib Ni Ayu Made Oka (70). Bermaksud melaporkan sertifikat tanahnya seluas 3 hektare yang hilang, nenek itu malah dibui.

Kamis 8 Maret 2012, merupakan hari yang kelam bagi istri Ida Bagus Rai Pathiputra itu. Ia diputus Mahkamah Agung 10 bulan menghuni rumah tahanan Kabupaten Bangli.

"Kasasi MA turun kemarin dan istri saya langsung dieksekusi dibawa ke Rutan Bangli," kata Pathipura, suaminya, saat dihubungi Jumat 9 Maret 2012.

Pathipura sendiri adalah mantan ketua Pengadilan Negeri Klungkung. Ia mengaku putusan MA bak petir di siang bolong. Bagaimana tidak, di saat proses hukum yang berjalan terkait gugatan perdata terhadap IB Sunardi dan praperadilan terhadap tim penyidik Polda Bali, sang istri harus menerima kenyataan pahit.

"Hukum dirampas. Tak ada lagi keadilan. Rakyat makin sulit mendapat keadilan karena praktik tak terpuji aparat hukum," kata mantan hakim itu.

Kasus nenek Made Oka bermula dari laporannya ke Polda Bali tentang pembuatan Berita Acara Palsu (BAP) oleh penyidik Ida Bagus Megeng, I Ketut Sudiartha, dan IB Sunardi. Kasus dugaan BAP palsu berawal saat Made Oka kehilangan sertifikat tanah seluas 3 hektare di Kabupaten Bangli. Belakangan diketahui sertifikat itu ada di tangan Sunardi. Rupanya, sertifikat itu telah dijual seseorang ke Sunardi.

Istrinya kemudian justru dilaporkan Sunardi dengan tuduhan membuat keterangan palsu. "Istri saya telah dinyatakan tersangka, padahal belum pernah diperiksa," ucapnya. Oleh Pengadilan Negeri Bangli, Made Oka dinyatakan bersalah dan divonis 10 bulan penjara.

Setelah banding, akhirnya sang istri dinyatakan tidak bersalah dan diputus bebas oleh Pengadilan Tinggi Bali. Namun, jaksa mengajukan kasasi, sampai akhirnya MA mengeluarkan putusan mengeksekusi hukuman 10 bulan penjara terhadap ibu empat anak ini.

"Istri saya kehilangan sertifikat, tanahnya tidak dijual, dan tidak pernah menerima uang, kok malah dihukum. Semua BAP dan tanda tangan yang dibuat polisi adalah palsu," katanya.

Sistemik

Karena itu, dia menilai ada kejahatan sistemik yang terjadi melibatkan oknum aparat penegak hukum dalam menangani perkara tersebut. "Saya tidak akan pernah berhenti mengungkap kebenaran dan melawan praktik kotor aparat hukum. Istri saya menjadi korban ketidakadilan dan mafia hukum," katanya lantang.

Pathiputra sendiri telah melaporkan tim penyidik Polda Bali dengan laporan Polisi LP/396/XII/2006 2 Desember 2006 tentang tindak pidana kejahatan terhadap kekuasaan hukum, sumpah palsu, dan pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam pasal 220 KUHP, pasal 242 KUHP dan 263 KUHP.

Dia membawa kasus ini karena istrinya Made Oka menjadi korban dari pembuatan BAP palsu yang diduga dilakukan Ajun Komisaris Besar Polisi berinisial IBM yang pernah menjabat Kasubdit III Direskrim Polda Bali.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Hariadi menyatakan belum mendapatkan data pasti mengenai kasus ini. "Namun complain yang disampaikan itu pasti ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum," katanya.

Mobil di Atas 700 cc Bakal Kena Cukai

Pemerintah tengah mengkaji pengenaan cukai atas mobil berkapasitas mesin di atas 700 cc. Wacana tersebut sebagai skema perlindungan industri otomotif Tanah Air dan pengoptimalan penerimaan negara dari sisi cukai.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono, mengatakan kajian ini baru tahap awal, sebagai alternatif pengganti dari kebijakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

“Yang dikenai cukai yang di atas 700 cc. Mobil ramah lingkungan tidak kena supaya terjadi perimbangan. Tapi, ini masih sangat awal, kami masih mengkaji lagi,” kata Agung saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 9 Maret 2012.

Agung mengatakan, jika pengenaan cukai itu sepakat diberlakukan pemerintah, nantinya hanya mobil murah dan ramah lingkungan (low cost dan green car) berkapasitas mesin di bawah 700 cc yang bisa terbebas dari ketentuan cukai.

Dia menambahkan, usul pengenaan cukai atas mobil sebetulnya berasal dari wacana Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Namun, untuk pelaksanaan kebijakannya, diserahkan kepada Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Bea Cukai sendiri bertindak sebagai pelaksana dari kebijakan pengenaan cukai tersebut.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan menyiapkan insentif cukai untuk produk mobil low cost dan green car. Langkah ini merupakan bentuk kompensasi terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Hatta telah berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap industri otomotif dalam negeri dapat berkembang dengan baik.

Ada Oknum Polisi Dalam Perampok Emas Ciputat

Senin, 05 Maret 2012

Aparat Kepolisian Metro Jaya telah menangkap tujuh orang pelaku perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, tersangka Erwanto yang ditangkap di Serang, Banten sempat menitipkan mobil yang mengangkut para perampok ke seorang polisi.


Oknum polisi itu merupakan anggota Polda Lampung. Hubungan antara okum tersebut dan Erwanto merupakan kerabat dekat. "Memang ada satu anggota Polda Lampung yang masih kami dalami keterkaitannya dengan perampokan di Ciputat," ujar Kepala Sub Direktorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, di Jakarta, Senin 5 Maret 2012.


Dijelaskan Herry, setelah menitipkan mobilnya ke oknum polisi tersebut, Erwanto kemudian pergi melarikan diri ke Bandung. Kepergiaannya ke Bandung, lanjut Herry untuk melunasi mobil yang dibeli secara kredit. "Dia pakai uang Rp26 juta untuk melunasi mobil yang diduga didapat dari hasil perampokan toko emas," ucapnya.


Erwanto dibekuk tim khusus kemarin siang. Dia berperan sebagai orang yang membantu pelaku melarikan diri. Pelaku turut menyediakan kendaraan dan mengajak tersangka AS untuk bersembunyi di rumahnya di Serang, Banten. Saat menangkap Erwanto, polisi juga mengamankan uang senilai Rp20 juta.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto menjelaskan, satu hari sebelum melakukan aksinya, para pelaku merencanakan perampokan sekitar pukul 19.00 WIB, di rumah MI alias Wongso. Disepakati bahwa aksi itu dipimpin MI, AS, dan H.


Kemudian AS yang mendapat tugas untuk menggambar TKP. MI dan H, yang masih buron berperan mempersiapkan sarana seperti mobil, motor, dan senjata api. Jumat, 24 Februari 2012, sekitar pukul 10.00 WIB para pelaku berkumpul di KFC Ciputat untuk memastikan tugas masing-masing.


"Selanjutnya delapan pelaku menggunakan motor Yamaha Jupiter MX, Mio, Vega, dan Honda Beat, menuju sasaran. Empat orang menunggu di dalam mobil," kata Toni, yang ditangkap polisi karena ikut membantu tersangka bersembunyi.


Setelah selesai melakukan perampokan, mereka langsung kabur menuju ke arah tol untuk pergi ke Serang dan bertemu Toni yang sudah menyiapkan tempat persembunyian.


Di tempat persembunyian, para pelaku mencari pembeli emas hasil rampokan mereka. Setelah barang terjual, dan membagi rata hasilnya, seluruh pelaku langsung membubarkan diri. Hasil penjualan emas di Pasar Ciputat mencapai Rp1,8 miliar, kemudian dibagikan kepada 12 orang yang terlibat dan sesuai dengan perannya.

Gempa 5,5 SR Terasa Menghentak di Aceh

Dari segi ukuran, gempa ini termasuk sedang. Namun, lindu berkekuatan 5,5 pada Skala Richter yang terjadi di sekitar pukul 13.55 WIB dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.


Gempa lokal ini berpusat di 31 kilometer arah tenggara Aceh Tengah. Dirasakan cukup kuat oleh warga di beberapa kawasan seperti Lhokseumawe, Bireun, Pidie, dan Banda Aceh. Namun gempa tidak menimbulkan kepanikan warga.


"Gempanya lumayan kuat, ada beberapa kali hentakan, warga hanya ke luar rumah," kata Chasril Hanif, warga Batu Phat, Lhokseumawe, Senin 5 Maret 2012.


Badan Metereologi dan Geofisika mencatat gempa berada pada posisi 4,19 Lintang Utara hingga 97,10 Bujur Timur. Gempa darat ini berada pada kedalaman 10 kilometer.


Gempa juga tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.

SBY Minta PSSI Introspeksi

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, angkat bicara mengenai kekalahan memalukan 0-10 Timnas Indonesia dari Bahrain. Presiden meminta PSSI melakukan introspeksi atas kekalahan tersebut.


SBY memang tidak menyaksikan langsung pertandingan Indonesia melawan Bahrain pada laga terakhir Grup E Pra Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu. Namun, Presiden terkejut dan langsung mencari tahu penyebab kekalahan terbesar dalam sejarah Indonesia tersebut.


"Kenapa kalahnya luar biasa telaknya," ujar SBY di Kantor Presiden, Senin 5 Maret 2012 siang.


SBY menegaskan dirinya mendapat laporan bahwa Timnas yang diasuh Aji Santoso tidak mendapatkan persiapan tak matang. Selain itu kinerja wasit asal Lebanon, Andre El Haddad, yang sering mengeluarkan keputusan yang menguntungkan tuan rumah.


"Tim katanya tidak siap, ada perilaku wasit yang tidak baik. Silakan gunakan jalur FIFA. Kalo merasa keberatan, silakan," tegas SBY.


Meski mendukung langkah PSSI memprotes kinerja wasit El Haddad, SBY tetap meminta PSSI introspeksi atas kekalahan memalukan tersebut.


"Lakukan introspeksi mengapa (kita kalah telak) di Bahrain. Yang lainnya saya lihat bagus, luar biasa perjuangan anak-anak kita. Saya mendapat sms, tolong Pak SBY, pemerintah turun tangan," papar Presiden.


Terakhir SBY memastikan kalau pemerintah tidak akan melakukan intervensi untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional. SBY tidak ingin sepakbola Indonesia mendapat sanksi dari FIFA jika pemerintah ikut campur.


"Bahkan di negara manapun, negara tidak boleh begitu saja melakukan intervensi. Yang melakukan intervensi biasanya langsung di-banned, dibekukan, dilarang. Kita tidak ingin sepakbola di negeri kita di-banned oleh FIFA," tutupnya.

SBY Berpeluang Turun Tangan Atasi Kisruh PSSI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta mencampuri permasalahan yang melanda PSSI saat ini. Meski demikian, bukan berarti dirinya bakal tinggal diam bila PSSI ternyata gagal menyelesaikannya.


"Saya pikir pemerintah tidak harus selalu campur tangan. Kami kasih kehormatan sekarang kepada PSSI. Utamakan kepentingan rakyat. Kalau ada konflik, ada Statuta dari FIFA," kata SBY dalam jumpa pers di Istana Negara, Senin, 5 Maret 2012.


"Tapi, saya secara pribadi merasa perlu ikut masuk dalam urusan sepak bola ini," SBY menambahkan.


Di hadapan wartawan, SBY mengungkapkan "intervensi" yang pernah dilakukannya terhadap PSSI. Salah satunya adalah saat menginisasi kongres sepak bola nasional (KSN) di Malang, Jatim, 11 Maret 2010


"Waktu itu ada suara-suara menurunkan ketua PSSI, Nurdin Halid. Saya langsung tidak setuju. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma organisasi," kata SBY.


"Kalau topiknya kongres sepak bola, mari kita bicara bagaimana memajukan sepakbola di negeri kita," beber SBY.


SBY juga mengaku pernah turun tangan saat PSSI berniat menaikkan harga tiket Piala AFF 2010. SBY juga pernah memanggil Ketua KONI, KOI, dan Menpora saat perselisihan pengurus PSSI mengalami deadlock. Saat itu Indonesia sedang di ambang sanksi FIFA.


"Saya, dengan niat yang baik, undang ketua KONI, KOI, Menpora. 'Tolonglah pendekatan yang baik ke FIFA. Jika sampai dilarang atau dibekukan, yang marah dan sedih rakyat kita. Tolonglah dilakukan pendekatan yang baik'. Alhamdulillah cara-cara itu membuat Indonesia tidak jadi dapat sanksi dari FIFA," kata SBY.


Seperti diketahui, konflik PSSI tak juga berujung meski Kongres Luar Biasa (KLB) telah berhasil memilih kepengurusan baru di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Bahkan anggota-anggota PSSI yang merasa tidak puas dengan kebijakan keputusan baru, telah membentuk badan baru yang kini sedang mempersiapkan agenda Kongres Luar Biasa (KLB), 18 Maret 2012. KLB bertujuan untuk memilih kembali para pejabat exco termasuk ketua umum PSSI dan wakil ketua umum.


Konflik yang melanda PSSI juga kini berimbas kepada Timnas. PSSI yang berlindung di balik surat FIFA tertanggal 21 Desember 2011 memutuskan untuk mendepak para pemain-pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12 dari skuad Merah Putih. ISL dianggap liga ilegal yang tidak berada di bawah naungan PSSI.



Akibat kebijakan ini, PSSI terpaksa merombak total skuad Pra Piala Dunia (PPD) 2014 yang harus melakoni laga terakhir kontra Bahrain. Dengan materi seadanya, timnas akhirnya kalah dengan skor yang cukup memalukan, yakni 0-10. FIFA kini sedang mengadakan penyelidikan terhadap dugaan pengaturan skor dalam laga ini.